
Oleh : Mtt Qeen
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)." (QS. Al-Ahqaf :15)
Ayat di atas menunjukkan betapa beratnya tugas yang diemban oleh seorang ibu, baik itu ketika mengandung dan terlebih lagi saat melahirkan anaknya. Ibu mengandung dan melahirkan anaknya dengan susah payah, bahkan dia mengandung dalam keadaan sangat lemah. “Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah....” (QS. Lukman :14)
Allah SWT demikian tegas mengatur jadwal kerja seorang ibu menjadi sangat padat, tentang bagaimana dan berapa lama seorang ibu mengandung dan melahirkan anaknya. Demikian juga dalam hal berapa lama masa penyusuan dan penyapihan yang harus dilakukan oleh seorang ibu, hingga permasalahan bagaimana seorang ibu jika tidak dapat menyusui anaknya secara sempurna pun dibahas oleh Allah dalam kitab-Nya Al-Qur’an secara sempurna.
Ini jelas membuktikan bahwa demikian besar jasa dan pengorbanan seorang ibu bagi kelangsungan hidup anak-anaknya, hingga posisinya tidak bisa digantikan oleh apapun. Pantas Rasul SAW meletakkan derajat seorang ibu jauh tiga kali lipat dari ayah. Dalam pepatah kita pun juga berkata demikian, ‘kasih ayah sepanjang usia, kasih ibu sepanjang masa’ .
Nah, setelah anaknya tumbuh dewasa, maka tanggung jawab itu akan berbalik 180 derajat menjadi kewajiban anak untuk kembali membalas jasa dan pengorbanan ibunya yang sudah mulai lemah. Cara membalasnya ialah dengan berbuat santun dalam arti seluas-luasnya dan bersyukur kepada Allah SWT.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Lukman : 14)
Wujud berbuat baik dan bersyukur kepada ibu-bapak itu antara lain ialah memuliakannya dengan selalu mengucapkan kepada mereka perkataan yang baik-baik. Tidak mencela dan tidak bernada keras, sehingga tidak menyinggung perasaannya. Karena sudah banyak sejarah yang menjelaskan tentang adzab bagi pendurhaka, jika seorang ibu telah mengataka “Celaka kamu....!” terhadap anaknya, maka ia akan celaka. Do’a orang tua adalah doa yang paling mustajab di antara do’a-do’a. Maka muliakanlah dia.
Kemudian kewajiban yang lain ialah menghormati dan menyayanginya. Allah SWT berfirman, ”Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.....” (Al-Isra’ : 24)
Adapun kewajiban selanjutnya adalah memberi nafkah atau infaq untuk kelangsungan hidup mereka, karena sudah tentu mereka tidak lagi meliliki etos kerja yang kuat seperti dulu. Kulitnya sudah mulai keriput, daya dan kekuatannya pun sudah semakin berkurang. Jadi hanya kepada kita ia bisa meminta perlakuan seperti itu.
Terakhir, sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua ialah selalu berdo’a untuk keselamatannya. Setiap pagi dan sore, hingga menjelang malam dan sepertiga malam. Sebagaimana yang telah diajarkan Allah dalam sebuah firman- Nya,
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya (ibu-bapak), sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al-Isra’ :24)
Berbahagialah untuk mereka yang selalu santun kepada Ibu, karena disamping membalas jasanya, membahagiakannya, mereka juga dapat mengambil pundi-pundi amal di balik do’a ibu yang terus mengalir.

RSS Feed (xml)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar