Pagi ini belum terang
Rumput ilalang telah bergoyang
Diterpa angin
Begitu dingin.
Embun-embun yang terlelap
Berguguran membasahi bumi
Menjadi lembab
Seluruh kedalaman hati.
Anak-anak piatu
Melangkah dengan sepatu
Mereka berbaris mapan
Seperti prajurit Sulaiman.
Membawa setangkai kamboja
Mereka tampak begitu lugu
Mencari nisan induknya
Melepas rindu.
Aku pun tak kalah pergi
Bangkit dari selimut
Segera meraih peci
Sarung masih tersangkut.
Tak lupa kitab suci
Ku bawa berlari menuju barisan
Kubentangkan ayat-ayat
Ke dalam do’a yang kian menyayat.
“Tuhan semesta
Syurgalah untuk Ibu-Ibu perkasa
Mereka di dalam pusara
Membawa jasa sebetang usia.”
Desember 2008

RSS Feed (xml)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar