TEROMPET SENJA
Terompet telah berbunyi
Menandakan hari sudah petang
Kembalilah anak-anak ayam!
Ke dalam sangkar
Menciptakan mimpi.
Bernyanyilah sebelum tidur
Agar semut-semut ikut mendengkur
Di atas biji
Dari sisa-sisa nasi.
Jangan berteriak
Karena bapakmu belum kembali
Ia sedang memanah
Di pohon jambu seberang kali.
Jangan keluar
Sebelum fajar
Karena anak-anak musang
Masih mencelang.
Tidurlah yang lelap
Sebelum mati perkara hidup
Tiada lagi yang hendak dicari
Kapal Nuh sudah kembali.
Nov 2008
MUSIM HUJAN
Sekarang musim hujan
Bunga dan dedaunan hijau bermekaran
Akhirilah seluruh pertengkaran!
Entah kapan musim panas
Setelah padi mulai bertunas
Langit sekajang layu
Seperti burung perindu
Yang termangu dalam sendu.
Biarlah hujan berlalu
Karena masa depan masih menunggu
Tak perlu menatap jejak yang hilang
Karena yang ada belum terbilang.
Tak ada kata untuk takut
Karena dingin dalam selimut
Kecuali engkau pengecut
Tak berani maju
Waktu tergerus lalu.
Istirahatlah minum kopi
Di teras ibu pertiwi
Sebelum kambing betina beranak
Engkau bergegaslah beranjak.
Nov 2008
ANGIN TOPAN
Kau rangkai ribuan jurus
Untuk menjadi sebuah arus
Di sekitar rumahku
Tadi subuh
Kau hantam desaku
Dengan godam batumu
Lalu berantakan
Menjadi ribuan makam.
Aku terluka
Mereka binasa
Engkau begitu raksasa
Meski tak kentara.
Nov 2008
RENTA
Di sinilah kita
Suka bermain kata
Kadang berlebih
Kadang menyedih.
Aku tak pernah memberi
Di antara ribuan peri
Aku tak hanya diam
Di balik kemaluan malam.
Tanganku menang
Suka bermain pedang
Kini tinggallah batu
Tak sanggup lagi menaku.
Dulu kau menangis
Ketika ku ringis
Berbagi upah kelereng
Hasil curian bedeng.
Aku tak menyangka
Waktu demikian singkat
Tinggal sesaat
Di antara ujung janggut.
Nov 2008
BEBAS
Berjalanlah semaumu
Di daratan padang luas.
Berlayarlah sesukamu
Di hamparan laut lepas.
Terbanglah sekehendakmu
Di kibaran angin bebas.
Hiduplah sekepalamu
Jika engkau tak mengenal batas.
Nov 2008
MANTRA PENAKLUK
A ku ke kar
A ku ke jar
A ku ke pung
A ku ke kap
Nov 2008
SEPERTI AIR
Jadilah seperti air
Mengalir ke ujung hilir
Tak ada ranjau paku
Apalagi selintang belenggu.
15 Nov 2008
Merahku pengecut
Putihnya telah ternodai.
Agust 2008
LUKA SENJA
Senja menghilang
Di balik tubuh semut kecil
Yang bertengger di besi tua.
Ia mengaduh mengerang
Pada pinggul yang terluka
Dan kemudian pergi.
Jun 2008

RSS Feed (xml)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar