Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 18 November 2008

SAJAK MUSIM HUJAN


TEROMPET SENJA

Terompet telah berbunyi

Menandakan hari sudah petang

Kembalilah anak-anak ayam!

Ke dalam sangkar

Menciptakan mimpi.

Bernyanyilah sebelum tidur

Agar semut-semut ikut mendengkur

Di atas biji

Dari sisa-sisa nasi.

Jangan berteriak

Karena bapakmu belum kembali

Ia sedang memanah

Di pohon jambu seberang kali.

Jangan keluar

Sebelum fajar

Karena anak-anak musang

Masih mencelang.

Tidurlah yang lelap

Sebelum mati perkara hidup

Tiada lagi yang hendak dicari

Kapal Nuh sudah kembali.

Nov 2008



MUSIM HUJAN

Sekarang musim hujan

Bunga dan dedaunan hijau bermekaran

Akhirilah seluruh pertengkaran!

Entah kapan musim panas

Setelah padi mulai bertunas

Langit sekajang layu

Seperti burung perindu

Yang termangu dalam sendu.

Biarlah hujan berlalu

Karena masa depan masih menunggu

Tak perlu menatap jejak yang hilang

Karena yang ada belum terbilang.

Tak ada kata untuk takut

Karena dingin dalam selimut

Kecuali engkau pengecut

Tak berani maju

Waktu tergerus lalu.

Istirahatlah minum kopi

Di teras ibu pertiwi

Sebelum kambing betina beranak

Engkau bergegaslah beranjak.

Nov 2008



ANGIN TOPAN

Kau rangkai ribuan jurus

Untuk menjadi sebuah arus

Di sekitar rumahku

Tadi subuh

Kau hantam desaku

Dengan godam batumu

Lalu berantakan

Menjadi ribuan makam.

Aku terluka

Mereka binasa

Engkau begitu raksasa

Meski tak kentara.

Nov 2008



RENTA

Di sinilah kita

Suka bermain kata

Kadang berlebih

Kadang menyedih.

Aku tak pernah memberi

Di antara ribuan peri

Aku tak hanya diam

Di balik kemaluan malam.

Tanganku menang

Suka bermain pedang

Kini tinggallah batu

Tak sanggup lagi menaku.

Dulu kau menangis

Ketika ku ringis

Berbagi upah kelereng

Hasil curian bedeng.

Aku tak menyangka

Waktu demikian singkat

Tinggal sesaat

Di antara ujung janggut.

Nov 2008



BEBAS

Berjalanlah semaumu

Di daratan padang luas.

Berlayarlah sesukamu

Di hamparan laut lepas.

Terbanglah sekehendakmu

Di kibaran angin bebas.

Hiduplah sekepalamu

Jika engkau tak mengenal batas.

Nov 2008



MANTRA PENAKLUK

A ku ke kar

A ku ke jar

A ku ke pung

A ku ke kap

Nov 2008



SEPERTI AIR

Jadilah seperti air

Mengalir ke ujung hilir

Tak ada ranjau paku

Apalagi selintang belenggu.

15 Nov 2008



MERAH PUTIH

Merahku pengecut

Putihnya telah ternodai.

Agust 2008



LUKA SENJA

Senja menghilang

Di balik tubuh semut kecil

Yang bertengger di besi tua.

Ia mengaduh mengerang

Pada pinggul yang terluka

Dan kemudian pergi.

Jun 2008

Tidak ada komentar: